Monday, 14 December 2015

Setiap Hari Adalah Hari Sabtu

Aku suka hari sabtu, dan aku bukan satu-satunya. Kebanyakan orang mengaitkan hari ini dengan perasaan lega, rileks, dan menyenangkan. Kau tahu pasti ada sesuatu yang khusus dari hari itu ketika perasaan yang bercampur aduk bahkan sulit dilupakan dengan nama suatu restoran.
    Jadi, aku juga senang berkunjung ke restoran ini. Setelah memesan makanan aku melihat mereka memasak makanan yang aku pesan. Setelah makan dan minum, aku melanjutkan perjalanan ku untuk melintasi jalan-jalan yang memiliki pemandangan indah, yang biasanya melewati sudut favoritku dari taman yang indah. Sepanjang hari itu aku menemukan diriku tersenyum dan gembira hanya karena hari itu, hari sabtu.
    Memang hanya sebuah kesenangan kecil, tetapi merupakan contoh yang akurat dari bagaimana sebagian besar kita menjalani hidup. Kita menunggu sampai semua kondisi sudah tepat sebelum kita memperbolehkan diri kita memiliki waktu kita di bumi ini. Mungkin ketika pada akhirnya kita lulus dari universitas dan mendapatkan pekerjaan, itu adalah saat untuk bersyukur, atau mungkin ketika kita akan menikah. Kita akan bergembira ketika urusan kantor selesai untuk sejenak, atau menikmati hidup ketika akhirnya kita bisa pensiun. Dan di dalam menunggu, kita menyia-nyiakan begitu banyak kehidupan yang telah dianugerahkan oleh Allah dan kebahagian yang bisa ditemukan pada hari ini. Bagaimana jika kita memindahkan sedikit dari "perasaan hari sabtu" itu ke dalam hari Senin yang padat, Selasa yang kelabu, dan Rabu yang mendung??? Tentu saja hidup kita akan menjadi jauh lebih bahagia.
       Menarik untuk diperhatikan bahwa restoran favoritku tidak hanya buka pada hari Sabtu!!! Mereka tetap buka sepanjang minggu, hari dan akhir pekan.
       Begitupun seharusnya kita :-)

Setiap Hari Adalah Hari Sabtu
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email