Monday, 14 December 2015

Kekuatan Ilusi

Beberapa minggu yang lalu, aku sedang duduk di ruang tengah yang berlapis kertas dinding yang indah di rumah sahabatku, Yoyo. Kami sedang membahas usaha kerasku merangaki adonan kue untuk disantap bersama.
       "Aku tidak bisa membuatnya indah, "keluhku". Bentuknya tidak sesuai dengan ide ku dan tidak seindah karya mu. Apa sih yang salah??? Bagimana kau merangkai nya sehingga jauh lebih indah dari karyaku???"
       Yoyo duduk tenang mendengarkan semua keluahanku. Aku melihat senyum simpul di bibirnya dan bertanya - tanya apakah dia sedang menertawakanku. Dia telah melihat hasil karya ku yang telah kuselesaikan. Mungkin dia sedang menertawakan karyaku yang hancur. Akhirnya keluhanku mereda dan memberinya kesempatan untuk menjawab.
        "Nads, "katanya menenangkan. "Semuanya soal ilusi. Detailnya tidak menjadi masalah. Lihat sambunganku, mereka juga tidak sempurna. Ada patahan di tengahnya, kau lihat???"
        Aku menggelengkan kepala perlahan saat aku mencermati kekurangan yang tidak kulihat sebelumnya di karya sahabatku itu. Dia melanjutkan, "Kau memasuki rumahku dan melihat ilusi sebuah ruangan yang indah. Kau tidak memperhatikan semua kekurangan. Kau merangkai adonan kue jadi kau tahu setiap titik yang tidak sempurna. Kau ingin kuemu terlihat indah, jadi kau mencari segala sesuatu yang salah. Tidak ada orang yang akan melihat kesalahanmu, seperti kau tidak melihat kesalahanku. "Saat meninggalkan rumah itu, aku tahu dia benar dan ketika tiba di rumahku, aku tidak terlalu kritis saat memikirkan hasil karya ku tadi.
          Hidup berlanjut dan pada akhirnya aku lupa pada tugas rumahku pada hari itu. Waktu berlalu begitu cepat dan salah satu kakakku akan mengadakan acara reuni teman SMA nya di halaman belakang rumah. Aku telah menghabiskan berhari-hari untuk merawat taman belakang ku sebagai taman yang indah, mengolah tanahnya, memindahkan tanaman, memangkas, mencoba jenis tanaman baru. Dengan seorang diri aku merawat nya sepenuh hati. Taman itu menjadi lebih indah lagi ketika burung - burung datang dan bersarang, kolam kura-kura ku yang jernih, dan kupu-kupu yang hinggap di daunan. Aku telah memimpikan bahwa suatu hari, aku dapat menikah di sini. Acara kakakku telah tiba dan dengan bersemangat aku mulai menanam bunga-bunga kuning muda, dan merah sesuai dengan warna favorit kakakku.
             Segalanya berjalan dengan indah dan lancar, lalu datang hujan. Di sini, di tengah kota cibubur yang biasanya kekeringan, tiba-tiba kami dibanjiri hujan selama berhari-hari. Rumputku menjadi berjamur, rumput liar tumbuh subur karena meningkatnya kelembapan, tetapi hujan tidak mau berhenti cukup lama untuk memberiku waktu untuk membersihkannya, jamur memyebar dari halaman depan sampai belakang. Bagaimana acara kakakku nanti????
             Beberapa hari sebelum acara, aku merasa putus asa. Seharusnya matahari bersinar beberapa jam sebelum hujan turun lagi. Saat aku berlutut di tanah mencoba mencabut beberapa rumput liar yang tampak menggangu, suatu cabang pohon menyentuh lembut pundakku seperti sentuhan lembut dari tangan yang halus dan diembus angin sepoi-sepoi aku mendengar bisikkan suara lembut Yoyo  dari masa lalu, "Nads, semuanya adalah ilusi. Detailnya tidak menjadi masalah."
            Dan sekali lagi, aku tahu dia benar. Aku memandang ke sekeliling dan bukan saja melihat rumput liar telah tumbuh disiram hujan, tetapi juga bunga-bunga...mereka sangat mewah. Tanaman dan rumput yang tersisa masih tampak hijau dan berkilauan diterpa matahari. Ilusi dari tamanku adalah tempat ketenangan dan keheningan. Setelah acara kakakku tiba dengan sekumpulan teman - temannya, tidak ada orang yang akan memperhatikan rumput liar atau bercak cokelat di rumput. Suasana di tempat terbuka ini adalah latar belakang yang indah untuk peristiwa yang tak akan terlupakan. Hanya itu yang akan diingat oleh teman-teman kakakku, bukan detail dari taman yang belum selesai.
          Acara berlangsung dengan maksimal. Ah, bukan maksimal, tetapi ilusi yang maksimal dari cerita dongeng ajaib. Nasehat Yoyo bertahun-tahun yang lalu tidak akan pernah terlupakan lagi. Aku akan selalu ingat saat aku menjalani peristiwa - peristiwa hidup yang lainnya. "Semuanya adalah ilusi. Detailnya tidak menjadi masalah."

Kekuatan Ilusi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email