Friday, 11 December 2015

Special for you

Nenek ku tercinta disini aku sebagai cucumu sangat merindukanmu. Mohon maaf selama nenek drop, kritis sampai anfal aku tidak ada di sisimu. Bukan aku tak mau tapi aku harus kerja nek, sory sory sory...hiks. ketika aku mendengar kabar kalau nenek sedang koma jujur nek siregar mata tak terbendung lagi. Meja kerja dan temanku saksi bius atas ungkapan sedihku ini. Rasanya ingin segera kesana...sumpah aku gak konsen di kantor.
Aku di jakarta sendirian tanpa ada yang menemani. Hanya memori bersama nenek yang selalu membayangi pikiranku. Hanya satu keinginanku saat itu, ada di samping nenek. Setiap detik aku berdoa untukmu nek. Berharap kesembuhan segera datang walaupun aku sudah siap menerima bila kemungkinan terburuk akan terjadi. Aku selalu optimis nenek pasti sembuh. Nenek kuat dan harus kuat nek, aku belum siap kehilangan nenek. Mimpi yang datang dengan sebuah pesan di dalamnya itu yang membuatku punya keharusan untuk ada di samping mu nek. Aku masih ingat ketika mimpi itu datang. Terasa sungguh nyata...sangat nyata.
        Aku senang bisa memeluk dan mengecup kening mu plus pipi mu walau hanya lewat mimpi. Air mata di dalam mimpi itu sangat ku rasakan. Mimpi itu selalu memgantuiku seakan ada yang memberitahuku kalau hidup hanya sementara. Astagfirullah aku benar-benar sedih nek. Aku berusaha menyembunyikan sedihku dari orang banyak. Terutama di lingkungan kerja. Walaupun ada yang nanya mengapa dengan mataku, aku hanya tersenyum.
          Sampai dengan kabar terakhir kalau nenek sudah tidak ada. Air mataku langsung pecah, dadaku terasa sesak. Aku belum siap ya Allah, aku belum meyelesaikan utangku untuk maen kesana lagi apalagi mengecupnya. Aku masih ingat ketika nenek bertanya saat aku mudik kesana, kapan maen lagi??? Nanti maen lagi lah...aku tidak mampu untuk menjawab hanya senyum menahan air mata yang ada di wajahku. Ayahku yang menjawab nya dengan nada ragu.
            Perasaan menyesal, sedih, kecewa dan bersalah terhadap diriku sendiri tentu sudah ada. Kenapa aku masih mengabaikan maksud mimpi itu. Sebenarnya aku tidak mengabaikan, tetapi karena kondisi kerja yang tidak bisa ditinggalkan. Maklum aku baru mengecap yang namanya kerja, baru masuk 2 minggu dan dalam masa training jadi sudah ada ketentuan nya. Maafkan aku nek...maaf.
           Insyaallah aku sudah mempunyai target aku akan menemuimu walau di lain keadaan. Aku tidak bisa memelukmu, mengecapmu, dan mengelus pipi mu serta rambutmu yang lembut. Hanya doa yang bisa aku bawa dan senyum nek. Doaku selalu ada untukmu setiap detik. Wajahmu akan selalu aku ingat sepanjang masa, kebaikan dan kasih sayang akan aku ingat sampai akhir hayat, pesan mu serta nasihatmu akan aku laksanakan nek.
            Aku sangat menyayangi mu...sangat lebih dari nyawaku sendiri :'(

Semoga nenek ditempatkan di tempat terindah dan tenang selamanya di sana untuk selamanya. Aamiin

Special for you
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email